Munas II KPOTI : "Tegaskan Komitmen Pelestarian Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia"

Jakarta, 14 November 2025 — Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) menyelenggarakan Musyawarah Nasional II sebagai momentum penting untuk memperkuat arah gerak organisasi dalam menjaga, mengembangkan, dan memajukan permainan rakyat serta olahraga tradisional Indonesia. Munas II KPOTI menjadi ruang konsolidasi nasional bagi pengurus pusat, pengurus daerah, komunitas, pegiat budaya, serta para pemangku kepentingan yang memiliki perhatian terhadap pelestarian warisan budaya bangsa. Forum ini tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga menjadi penanda penting bahwa permainan rakyat dan olahraga tradisional memiliki peran strategis dalam membangun karakter, memperkuat identitas nasional, serta menggerakkan ekonomi budaya. Dalam Munas II tersebut, KPOTI menegaskan visi besar “Bermain, Berkarya, Berdaya: Sinergi Tradisi dan Transformasi untuk Ekonomi Indonesia.” Visi ini menjadi landasan bagi KPOTI untuk membawa permainan rakyat dan olahraga tradisional agar tidak hanya dipahami sebagai warisan masa lalu, tetapi juga sebagai kekuatan budaya yang relevan dengan kehidupan modern dan memiliki potensi pengembangan di tingkat nasional maupun global.
Melalui kepemimpinan dan semangat baru, KPOTI mendorong penguatan tata kelola organisasi dari pusat hingga daerah, pemetaan serta digitalisasi permainan rakyat dan olahraga tradisional, integrasi permainan tradisional dalam pendidikan karakter, hingga pengembangan ekosistem ekonomi kreatif berbasis budaya. Selain itu, KPOTI juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, dunia pendidikan, komunitas, media, BUMN, swasta, hingga mitra internasional. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperluas ruang partisipasi masyarakat, meningkatkan kesadaran publik, serta menjadikan permainan rakyat sebagai bagian dari gerakan budaya yang hidup di tengah masyarakat. Munas II KPOTI juga membawa semangat nilai PANCA, yaitu Pelestarian, Aksi, Nasionalisme, Cipta, dan Amanah. Lima nilai ini menjadi fondasi gerakan KPOTI dalam menjaga warisan budaya, menghidupkan kembali tradisi melalui inovasi, menumbuhkan kebanggaan terhadap kebhinekaan Indonesia, mendorong ekonomi kreatif, serta menjalankan organisasi dengan integritas dan tanggung jawab.
Dengan terselenggaranya Munas II ini, KPOTI meneguhkan komitmennya untuk menjadi platform kolaboratif nasional dalam menjaga warisan, menumbuhkan talenta, memperkuat persatuan, dan menggerakkan ekonomi budaya Indonesia. KPOTI percaya bahwa permainan rakyat dan olahraga tradisional bukan sekadar aktivitas bermain, melainkan sarana pembentukan karakter, ruang kebersamaan lintas generasi, serta identitas budaya bangsa yang perlu terus dirawat, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi mendatang.



%20(1)-p-500.jpg)
