KPOTI Gelar Halalbihalal dan Rapat Pleno Perdana : Perkuat Konsolidasi Organisasi dan Program Nasional 2025–2030

Jakarta, 2 April 2026 — Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) menggelar kegiatan Halalbihalal dan Rapat Pleno Perdana Dewan Pengurus KPOTI Pusat di Artotel Mangkuluhur, Jakarta. Kegiatan ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus konsolidasi organisasi untuk memperkuat arah kerja KPOTI dalam menjaga, mengembangkan, dan memajukan permainan rakyat serta olahraga tradisional Indonesia. Rapat Pleno Perdana ini dipimpin oleh Ketua Umum KPOTI, M. Arsjad Rasjid P.M., dan dihadiri oleh jajaran Dewan Pengurus KPOTI Pusat, mulai dari Wakil Ketua Umum, Sekretaris Jenderal, Bendahara Umum, para Ketua Bidang, Ketua Kompartemen, hingga unsur kesekretariatan.
Dalam arahannya, Ketua Umum KPOTI menegaskan bahwa rapat pleno bukan hanya forum silaturahmi, tetapi juga forum koordinasi dan konsultasi organisasi dalam membahas pelaksanaan program kerja tahunan. Rapat pleno juga merupakan amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga KPOTI yang wajib diselenggarakan secara berkala, sekurang-kurangnya satu kali dalam empat bulan. Melalui rapat ini, KPOTI menegaskan kembali pentingnya penguatan landasan organisasi, termasuk penyempurnaan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta penyusunan peraturan organisasi sebagai pedoman teknis bagi KPOTI di seluruh tingkatan. Langkah ini dinilai penting agar KPOTI memiliki dasar kelembagaan yang kuat, adaptif, dan mampu menjalankan perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam pemajuan kebudayaan nasional. Rapat Pleno juga membahas penguatan struktur organisasi KPOTI di daerah. KPOTI Pusat menargetkan pembentukan dan penguatan kepengurusan KPOTI Provinsi hingga Kabupaten/Kota agar implementasi program nasional dapat berjalan secara berjenjang dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dalam forum tersebut, KPOTI juga menegaskan pentingnya peran KPOTI Provinsi sebagai simpul koordinasi antara KPOTI Pusat dan KPOTI Kabupaten/Kota.
Selain penguatan organisasi, rapat pleno turut membahas sejumlah agenda strategis, antara lain pengembangan Teras Main Indonesia, digitalisasi data permainan rakyat dan olahraga tradisional, pembangunan museum fisik dan virtual, pengembangan museum keliling, peningkatan konten digital, penyelenggaraan festival dan kompetisi PR-OT, serta integrasi permainan rakyat dan olahraga tradisional dalam pendidikan karakter. KPOTI juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dengan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dunia pendidikan, komunitas, media, swasta, dan mitra internasional. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas ruang partisipasi publik serta menjadikan permainan rakyat dan olahraga tradisional sebagai bagian dari gerakan kebudayaan yang hidup, relevan, dan berkelanjutan. Dalam kerangka program kerja 2025–2030, seluruh tingkatan organisasi KPOTI diarahkan untuk bergerak selaras berdasarkan nilai PANCA, yaitu Pelestarian, Aksi, Nasionalisme, Cipta, dan Amanah. Nilai ini menjadi dasar bagi KPOTI dalam menjalankan program perlindungan warisan budaya, pembinaan karakter, peningkatan kebanggaan terhadap kebhinekaan, pengembangan ekonomi kreatif, serta penguatan kolaborasi nasional dan global.
Melalui Halalbihalal dan Rapat Pleno Perdana ini, KPOTI meneguhkan komitmennya untuk membangun tata kelola organisasi yang profesional, memperkuat jaringan daerah, serta menghadirkan program-program yang berdampak nyata bagi masyarakat. KPOTI percaya bahwa permainan rakyat dan olahraga tradisional bukan hanya warisan budaya, tetapi juga sarana pembentukan karakter, penguatan identitas bangsa, diplomasi budaya, dan penggerak ekonomi kreatif Indonesia.