Festival Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Kota Kupang: Upaya Bersama Melestarikan Warisan Budaya

Pemerintah Kota Kupang bersama Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Kota Kupang terus memperkuat komitmen dalam melestarikan permainan rakyat dan olahraga tradisional sebagai bagian dari warisan budaya bangsa. Komitmen tersebut ditandai melalui audiensi yang dilaksanakan pada 27 November 2025, yang membahas persiapan penyelenggaraan Festival Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Kota Kupang. Dalam pertemuan tersebut, Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, menegaskan pentingnya memperkenalkan kembali permainan tradisional seperti siki doka, gasing, dan kayu do'i kepada generasi muda sebagai langkah menjaga identitas budaya sekaligus mempererat kebersamaan di tengah maraknya permainan digital.
Festival yang diselenggarakan pada 5–6 Desember 2025 mengusung semangat pelestarian budaya melalui berbagai permainan rakyat yang melibatkan ratusan pelajar dari 64 sekolah di Kota Kupang. Selain menjadi ajang bermain, kegiatan ini juga bertujuan menanamkan nilai-nilai karakter seperti kerjasama, sportivitas, gotong royong, serta kepedulian terhadap budaya lokal. Pemerintah Kota Kupang bersama KPOTI berharap festival ini dapat menjadi gerakan budaya yang berkelanjutan sehingga permainan rakyat tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Pelaksanaan festival tidak hanya menghadirkan berbagai perlombaan permainan tradisional, tetapi juga melibatkan pelaku UMKM, pasar rakyat, serta komunitas lokal sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ketua KPOTI Kota Kupang, Goris Takene, menyampaikan bahwa festival merupakan langkah awal membangun ekosistem pelestarian permainan rakyat di Kota Kupang melalui kolaborasi antara pemerintah, sekolah, komunitas, dan masyarakat. Dengan melibatkan sekitar 500 peserta dari berbagai kalangan, festival ini diharapkan menjadi ruang interaksi sosial sekaligus memperkuat kecintaan masyarakat terhadap budaya daerah.
Semangat pelestarian permainan tradisional di Kota Kupang juga diperkuat melalui berbagai kegiatan budaya lainnya, salah satunya Festival Pakariang 2025 yang digelar pada 9 November 2025. Festival tersebut menampilkan hampir 40 jenis permainan tradisional, seperti kayu doi, gasing kayu, congklak, lompat tali, dan benteng, serta menjadi ruang bagi anak-anak untuk bermain, belajar, dan bersosialisasi. Kehadiran berbagai kegiatan tersebut menunjukkan bahwa permainan rakyat tidak hanya menjadi bagian dari hiburan, tetapi juga sarana pendidikan karakter, pelestarian budaya, serta penguatan identitas lokal yang sejalan dengan misi KPOTI dalam menjaga keberlangsungan warisan budaya Indonesia. Sumber: ANTARA News 27 November 2025, ANTARA NTT 5 Desember 2025, ANTARA News 9 November 2025.
